Engkau turun ke bagian-bagian bumi yang paling bawah, dan Engkau menemukan palang kekal yang menahan mereka yang terbelenggu, ya Kristus; dan pada hari yang ketiga, seperti Yunus keluar dari perut ikan, Engkau bangkit dari kubur.
Irmos Ode 6 dari Kanon Paskah Kudus
Para Romo dan Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan yang Bangkit:
Ketika Tuhan kita Yesus Kristus diminta untuk menunjukkan “suatu tanda dari surga” (Matius 16:1), supaya orang-orang Farisi dan Saduki yang munafik itu dapat mencobai Dia, la menjawab mereka dan juga semua orang fasik dari setiap zaman yang menyerupai mere ka— bahwa tanda yang akan diberikan adalah “tanda nabi Yunus” (Matius 16:4).
Sama seperti Yunus tinggal tanpa cedera di dalam perut ikan besar selama tiga hari lalu keluar darinya, demikian juga Tuhan, sesudah disalibkan dan menghembuskan nafas terakhir-Nya menurut kodrat kemanusiaan-Nya, akan tinggal selama tiga hari di dalam “perut” ikan besar maut, lalu sesudah itu bangkit kembali.
Janasuci Gregorius Palamas menulis dengan sangat tepat:
Sabda Allah yang Pra-Kekal itu sendiri, yang tentang-Nya Yunus merupakan tipologi, turun dari surga ke bumi, sebagaimana Yunus turun ke Yope. Dan setelah diserahkan kepada pencobaan dan penderitaan, sebagaimana Yunus kepada gelombang laut, la turun melalui maut ke bagian-bagian bumi yang paling bawah, setelah ditelan oleh Hades, sebagaimana Yunus oleh ikan besar. Dan setelah bangkit dari sana pada hari yang ketiga, la menjanjikan Kerajaan Surgawi kepada mereka yang bertobat dan memperjelas serta memaklumkan kepada semua orang karya-karya pertobatan.
(Homili 39, “Disampaikan pada Prosesi Permohonan, ” §11)
Kebangkitan Tuhan dahulu, sekarang, dan selamanya adalah tanda yang terbesar, mukjizat yang paling agung dalam sejarah dunia ini; sebab itulah kemenangan yang perkasa atas maut yang mengerikan dan kemenangan serta peresmian hidup yang tak berkesudahan dan keabadian!
Saudara-saudara yang terkasih,
Apa yang diketahui olch orang-orang tanpa Kristus sebagai tugas utama mereka adalah melayani kehidupan yang fana dari keberadaan jasmani ini, yang pada akhirnya mereka nodai dan hancurkan sendiri. Tetapi karya utama Tuhan kita Yesus Kristus yang Mahabaik, Hidup dan Kebangkitan kita, yang mengasihi manusia, adalah mengampuni, berbuat baik, dan memberi hidup.
Sebab bahkan di dalam Hades, di “bagian-bagian bumi yang paling bawah,” Dengan kuasa dan wibawa yang layak bagi Allah, la meremukkan palang-palang kekalnya, supaya la memberikan kebebasan kepada para tawanan yang malang itu dan membangkitkan ke dalam hidup kekal mereka yang percaya kepada-Nya—yakni mereka yang layak: bapa leluhur kita Adam dan keturunannya yang benar.
Janasuci Epifanius dari Siprus menegaskan:
Allah tidak begitu saja menyelamatkan semua orang ketika la menampakkan diri di Hades, tetapi bahkan di sana pun la hanya menyelamatkan mereka yang percaya; … yakni semua orang benar, yang dari sana terus-menerus mempersembahkan doa dan mencari pembebasan.
(Homili tentang Pemakaman Ilahi Sang Juruselamat)
Karena itu, jiwa-jiwa orang benar tidak lagi turun ke Hades seperti sebelum Kebangkitan, melainkan naik kepada Tuhan dan disimpan “di tangan Allah” sampai Kebangkitan Umum dan Kedatangan-Nya yang Kedua.
Para Romo dan Saudara-saudara yang terkasih,
Kita bersukacita dan merayakan hari yang ajaib ini, hari kemenangan dan sorak-sorai. Kehidupan baru dari zaman yang akan datang kini telah dimulai.
Janasuci Gregorius dari Nyssa menegaskan bahwa:
Sesudah Sengsara datanglah kemenangan-kemenangan sukacita. [Tuhan] bangkit, dan Tubuh-Nya diliputi ketidakbinasaan dan keabadian.
(Orasi V, “Tentang Kebangkitan Kudus yang Bercahaya”)
Kristus Sang Allah-Manusia kini memperlihatkan kepada kita “manusia baru” dari ciptaan baru dan pembaruan, dan la menganugerahkan kepada kita, sebagai anggota-anggota Gereja-Nya yang Kudus—yakni Tubuh-Nya-karunia-karunia rahmat-Nya:
- Kabar baik tentang damai dan berkat, di tengah dunia yang penuh perang dan keluhan;
- Pengharapan dan sukacita, di tengah dunia yang penuh keputusasaan dan kemurungan;
- Terang dan hidup, di tengah dunia yang gelap dan tercabik-cabik oleh pertikaian;
- Pengampunan dan kasih yang tak terbatas serta kekal, di tengah dunia yang dipenuhi permusuhan, kebencian, dan perseteruan.
Marilah kita bersujud dengan iman dan kasih yang sepenuh hati di hadapan Kristus yang Bangkit, dan marilah kita memohon dengan pertobatan akan kesembuhan dan pemulihan rohani, kemenangan atas hawa nafsu dan dosa, serta keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi ancaman dan maut jasmaniah.
Marilah kita mengambil bagian dengan kerinduan dalam Karunia-Karunia Kudus-Nya, yaitu Tubuh dan Darah-Nya, supaya kita menjadi pembawa Kristus dan serupa dengan Kristus; marilah kita tinggal dengan sabar dan pengharapan dalam ketaatan kudus kepada-Nya; marilah kita dari hati mengampuni “segala sesuatu oleh karena Kebangkitan,” dan marilah kita memaklumkan dengan segenap kekuatan jiwa kita:
Kristus Telah Bangkit! Sungguh, la Telah Bangkit!
Χριστὸς ἀνέστη, Ἀληθῶς ἀνέστη!
Paskah Kudus 2026
Episkop Agung
† KALLINIKOS dari Athena
Para Anggota
- GERONTIOS dari Piraeus dan Salamis
† CHRYSOSTOMOS dari Attica dan Bœotia
† GREGORIOS dari Thessalonica - PHOTIOS dari Demetrias
- MOSES dari Toronto
† DEMETRIUS dari Amerika - AMBROSIOS dari Philippi dan Maroneia
- KYPRIANOS dari Oropos dan Phyle
† KLEMES dari Larisa dan Platamon - AMBROSE dari Methone
¡ AUXENTIOS dari Etna dan Portland - CHRISTODOULOS dari Theoupolis
† MAXIMUS dari Pelagonia
Para Episkop Pembantu
† DANIEL dari Nikopolis (Jakarta)
†KALLINIKOS dari Talantion
† BENEDICT dari Astoria
† SIMON dari Ikorta
[ditandatangani dan dimeteraikan sebagai salinan sah]
Sekretaris Pertama Sinode Kudus
¡ Photios dari Demetrias
diterjemahkan dari surat aslinya,
Sekretaris Umum GOI
Rm. Gregorius E. L
Artikel Asli: https://gerejaorthodox.id/pesan-paskah-2026-dari-sinode-suci-gereja-orthodox-yunani-sejati/


