Featured
8 Min Read

MENYALIBKAN KEINGINANDAGING

Diakon Timothy

Diakon Timothy

Diterbitkan pada April 2, 2026

MENYALIBKAN KEINGINAN DAGING

MENYALIBKAN KEINGINAN DAGING

(Refleksi dari Ikon Penyaliban Kristus)

Oleh YM Episkop Daniel dari Nikopolis

“Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”
— Galatia 5:24

Dalam kehidupan rohani, menyalibkan daging bukan hanya sebuah ungkapan, tetapi sebuah panggilan nyata untuk hidup baru di dalam Kristus. Ketika kita memandang ikon Penyaliban, kita tidak hanya melihat penderitaan Kristus, tetapi juga sebuah ajakan rohani bagi setiap orang percaya. Salib itu menjadi gambaran bagaimana manusia mematikan hawa nafsu dan keinginan daging agar hidup menurut kehendak Allah.

Kedua tangan Kristus yang dipaku di kayu salib mengingatkan bahwa tangan kita tidak lagi dipakai untuk melakukan perbuatan jahat, melainkan untuk pekerjaan yang benar dan penuh kasih. Kaki-Nya yang dipaku melambangkan bahwa langkah hidup kita tidak lagi berjalan menuju tempat yang najis atau tidak bermoral, tetapi berjalan di jalan kebenaran. Bahkan dalam ikon, mata Kristus sering digambarkan terpejam atau tenang, mengingatkan bahwa mata kita harus dijaga agar tidak melihat hal-hal yang menjerumuskan jiwa.

Mulut Kristus dalam ikon digambarkan kecil dan tenang, sebagai tanda penguasaan diri dalam perkataan. Ini mengajarkan bahwa mulut kita tidak menjadi “ember” yang menampung dan menumpahkan segala sesuatu, tetapi dijaga agar perkataan kita membangun dan membawa damai. Telinga yang kecil melambangkan sikap hati-hati terhadap apa yang kita dengar, supaya kita tidak membuka diri kepada perkataan yang jahat, gosip, atau hal-hal yang merusak jiwa.

Mahkota duri yang menekan kepala Kristus mengingatkan bahwa pikiran manusia juga harus ditaklukkan kepada Allah. Pikiran sering menjadi sumber godaan, sehingga perlu dikendalikan dan dimurnikan. Lambung Kristus yang tertusuk tombak sampai ke arah jantung melambangkan bahwa hati manusia pun harus disucikan, supaya tidak dipenuhi oleh keinginan yang salah, melainkan oleh kasih kepada Tuhan.

Dengan demikian, memandang ikon Penyaliban membawa kita pada satu panggilan yang dalam: hidup sebagai manusia baru. Kita rela mematikan keinginan-keinginan daging dan meninggalkan manusia lama. Seperti yang diajarkan dalam Kolose 3:5, kita dipanggil untuk mematikan segala sesuatu yang duniawi dalam diri kita. Salib bukan hanya peristiwa yang terjadi pada Kristus, tetapi juga jalan hidup bagi setiap orang yang ingin mengikuti-Nya.

Transkripsi dari YouTube YM Episkop Daniel dari Nikopolis, Homili Minggu Pemuliaan Salib oleh Dkn Tim

Lanjutkan Perjalanan

Renungan lanjutan bagi jiwa yang beriman

Lihat Semua Tulisan

Bergabunglah dengan Gulungan yang Hidup

Terima renungan rohani mingguan, pembaruan liturgi, dan tulisan dari para Bapa Gereja langsung di kotak masuk Anda.