Fast
8 Min Read

HARI 38 –Iman akan Kebangkitan

Diakon Timothy

Diakon Timothy

Diterbitkan pada April 1, 2026

40 HARI PUASA CATUR DASA

Sabtu Lazarus mengajak kita merenungkan iman akan kebangkitan melalui kisah yang sangat kuat: Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian (Yohanes 11:1–44). Peristiwa ini bukan sekadar mukjizat, tetapi tanda yang menyingkapkan kuasa Kristus atas maut. Dalam duka Marta dan Maria, kita melihat pergumulan iman manusia; namun dalam sabda Kristus, “Akulah kebangkitan dan hidup,” kita menemukan pengharapan yang melampaui kematian itu sendiri.

Dalam tradisi Gereja Ortodoks Timur, Sabtu Lazarus menjadi jembatan antara masa puasa dan perayaan kemenangan Kristus atas maut. Para Bapa Gereja mengajarkan bahwa kebangkitan Lazarus adalah pendahuluan dari kebangkitan Kristus sendiri, sekaligus janji bagi seluruh umat manusia. Js Yohanes Krisostomus menekankan bahwa Kristus sengaja menunda kedatangan-Nya agar kematian Lazarus menjadi nyata, sehingga kebangkitan itu memperkuat iman banyak orang.

Secara patristik, peristiwa ini juga dimaknai secara rohani: Lazarus melambangkan jiwa manusia yang mati karena dosa, dan suara Kristus yang memanggilnya keluar dari kubur adalah rahmat ilahi yang membangkitkan manusia kepada kehidupan baru. Ikatan kain kafan yang dilepaskan menggambarkan pembebasan dari belenggu dosa melalui pertobatan dan kasih karunia.

Maka pada hari ini, kita diajak untuk memperbarui iman kita akan kebangkitan—bukan hanya di akhir zaman, tetapi juga sekarang, dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kali kita bangkit dari dosa, setiap kali kita memilih terang daripada kegelapan, kita mengalami kebangkitan kecil bersama Kristus. Sabtu Lazarus mengingatkan kita: kematian bukan akhir, dan dalam Kristus, hidup selalu menang.

Dkn Tim

Lanjutkan Perjalanan

Renungan lanjutan bagi jiwa yang beriman

Lihat Semua Tulisan

Bergabunglah dengan Gulungan yang Hidup

Terima renungan rohani mingguan, pembaruan liturgi, dan tulisan dari para Bapa Gereja langsung di kotak masuk Anda.