History
2 min read

Metropolitan Chalcedon:Gereja Rusia sudah jadi skismatik

Fray Dalton

Fray Dalton

Published on May 6, 2026

Metropolitan Chalcedon: Gereja Rusia sudah jadi skismatik

Metropolitan Chalcedon: Gereja Rusia sudah jadi skismatik

Dalam wawancara dengan media Prancis Le Point, Metropolitan Emmanuel menyebut Gereja Rusia sebagai pihak yang skismatik.

Menjawab pertanyaan apakah pemberian “autocephaly” kepada Ukraina jadi sumber perpecahan yang sekarang terjadi di dunia Ortodoks, Emmanuel menolak anggapan itu. Menurut dia, justru Konstantinopel, yang pernah menghadapi tekanan dari pemerintah tsaris pada abad ke-18 lalu dari rezim Soviet pada abad ke-20, selama ini membela keinginan bangsa-bangsa Ortodoks untuk merdeka, baik bangsa Slavia, Baltik, maupun Skandinavia, dan memberi dasar kanonik bagi kemerdekaan itu setelah 1991.

Ia mengatakan keputusan Patriark Ekumenis terkait Ukraina bukan cuma bersifat profetis, tapi juga sepenuhnya sejalan dengan hak dan tanggung jawab pelayanan primasi yang melekat pada Takhta Ekumenis sebagai Gereja Ibu.

Menurut Emmanuel, saat ini hanya Patriarkat Moskow yang terus bersikeras mempertahankan skisma, dan karena itu justru Moskow sendiri yang skismatik, sebab sekali lagi, kali ini secara sukarela, jatuh di bawah pengaruh Kremlin.

Ia juga menegaskan bahwa perpecahan itu bukan dimulai oleh pihak mereka. Menurutnya, penyimpangan yang terjadi sekarang tidak boleh disamakan dengan sumbangsih besar tradisi Ortodoks Rusia bagi kebudayaan dunia. Ia menambahkan bahwa mereka tetap mengupayakan pemulihan kesatuan dengan Gereja Rusia, jika suatu saat Gereja itu kembali memperoleh kebebasan yang sejati.

Emmanuel juga menyinggung simbol Kekaisaran Romawi dan kemudian Bizantium, yaitu elang berkepala dua, yang menurutnya melambangkan harmoni antara otoritas rohani dan kuasa sekuler.

Namun, kata dia, dalam Rusia modern elang itu sudah berubah menjadi berkepala satu, tanda bahwa telah terjadi peleburan total antara kekuasaan rohani dan politik.

Ia lalu mengingatkan bahwa Konsili Para Patriarkh Timur yang digelar di Konstantinopel pada 1872 pernah mengutuk pencampuran agama dan politik, bangsa dan denominasi, Gereja dan negara, sebagai “etnofiletisme”, yang disebut sebagai “bidat modern paling berbahaya”.

Menurut Emmanuel, kutukan itu sepenuhnya berlaku juga atas ideologi “Dunia Rusia” atau Russian World, yang ia sebut dianut bersama oleh Patriark Kirill dan Presiden Putin. Katanya, di atas ideologi itulah mereka membangun semacam perang salib Manikean antara “yang baik” melawan “yang jahat”.

Sebagai penutup, Emmanuel menegaskan bahwa Ortodoksi sejati, sebagai iman yang hidup dan bukan sekadar konstruksi ideologis, selalu mengikuti perintah Kristus untuk membedakan apa yang milik Allah dan apa yang milik Kaisar.

Sebelumnya, Emmanuel juga pernah mengatakan bahwa Zelensky harus didukung.

Sumber: spzh.eu

Continue the Journey

Further reflections for the faithful soul

View All Posts

Join the Living Scroll

Receive weekly spiritual reflections, liturgical updates, and writings from the Fathers directly in your sanctuary of inbox.