Fast
8 Min Read

Hari 37 –Persiapan menyambut kebangkitan Lazarus

Diakon Timothy

Diakon Timothy

Published on March 31, 2026

40 HARI PUASA CATUR DASA

Hari ke-37 masa puasa ini mengajak kita merenungkan misteri kehidupan yang dipulihkan, sebagaimana Lazarus dipanggil keluar dari kubur. Di ambang kebangkitan itu, kita diajak melihat kembali bagian-bagian diri yang telah “mati”: harapan yang redup, kasih yang dingin, atau iman yang melemah. Puasa bukan sekadar menahan diri, melainkan membuka ruang agar Allah masuk dan menghidupkan kembali apa yang telah layu dalam hati kita.

Seorang Bapa Padang Gurun mengajarkan bahwa “jiwa yang berpaling dari kesunyian akan mudah lupa pada Allah, tetapi jiwa yang tinggal dalam keheningan akan mendengar panggilan-Nya.” Dalam keheningan itulah kita belajar mengenali suara Tuhan yang memanggil kita keluar dari kegelapan menuju terang. Seperti Lazarus, kita pun sering terikat oleh “kain kafan” kebiasaan lama dan dosa, namun Tuhan tidak berhenti memanggil: keluarlah.

Perjalanan puasa ini juga menuntut keberanian untuk percaya bahwa tidak ada yang terlalu mati untuk dibangkitkan. Bahkan ketika kita merasa tertutup oleh batu keputusasaan, Tuhan mampu menggulingkannya. Tugas kita adalah tetap setia, menjaga hati, dan membuka diri terhadap rahmat yang bekerja perlahan namun pasti.

Maka di hari ke-37 ini, marilah kita melangkah lebih dalam dalam pertobatan. Biarlah hati kita menjadi seperti makam yang terbuka, tempat Tuhan menyatakan kuasa-Nya. Sebab kebangkitan Lazarus bukan hanya kisah masa lalu, melainkan undangan bagi kita hari ini: bangkit, hidup kembali, dan berjalan dalam terang kasih-Nya.

Dkn Tim

Continue the Journey

Further reflections for the faithful soul

View All Posts

Join the Living Scroll

Receive weekly spiritual reflections, liturgical updates, and writings from the Fathers directly in your sanctuary of inbox.